Jangan Terlalu Cepat Menikah Hanya Karena Takut Sendiri

Ada satu alasan yang sering tidak diakui banyak orang ketika memutuskan menikah: takut kesepian.

Melihat teman satu per satu menikah.
Melihat undangan datang hampir setiap bulan.
Melihat keluarga mulai bertanya, “Kapan nyusul?”

Akhirnya muncul satu pikiran sederhana:
“Ya sudah, yang penting ada yang mau diajak menikah.”

Padahal menikah bukan sekadar mencari teman hidup.
Menikah adalah menyatukan dua kehidupan yang tidak akan mudah dipisahkan.

Masalahnya, kesepian sebenarnya bukan diselesaikan dengan menikah.
Karena kalau hati seseorang masih kosong, pernikahan pun bisa terasa sepi.

Banyak orang yang sebelum menikah takut sendirian.
Tetapi setelah menikah justru merasa lebih sendirian dari sebelumnya.

Karena yang mereka butuhkan sebenarnya bukan pernikahan.
Yang mereka butuhkan adalah pasangan yang benar-benar hadir.

Menikah dengan orang yang salah bukan hanya membuat hidup berat.
Kadang membuat seseorang merasa tidak punya tempat untuk pulang.

Di rumah ada pasangan, tapi tidak ada tempat bercerita.
Ada percakapan, tapi tidak ada yang benar-benar mendengarkan.
Ada kebersamaan, tapi hati tetap merasa sendiri.

Dan ironisnya, kesepian seperti itu jauh lebih menyakitkan daripada kesepian sebelum menikah.

Karena ketika seseorang masih sendiri, ia masih punya harapan bahwa suatu hari akan menemukan pasangan yang tepat.

Tetapi ketika seseorang sudah menikah dengan orang yang salah,
harapan itu sering terasa jauh lebih sulit.

Bukan berarti kita harus menunggu pasangan yang sempurna.
Tidak ada manusia yang sempurna.

Namun setidaknya, menikahlah bukan karena takut sendiri.
Menikahlah karena kamu menemukan seseorang yang ingin kamu perjuangkan… dan yang juga siap memperjuangkanmu.

Karena pada akhirnya, pernikahan bukan sekadar menghilangkan status lajang.

Pernikahan adalah keputusan besar yang akan menentukan apakah hidupmu nanti terasa lebih tenang…

atau justru lebih sepi.

Live Chat Online
Memuat...